Curhat Perawat TNI di Wisma Atlet yang Rindu Keluarga

49

Tak pernah terbayangkan sebelumnya di benak Kapten Fitdy Eka bertugas di situasi gawat. Ia bersama rekan-rekan tenaga medis lainnya, menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Dalam tayangan video yang disiarkan BNPB, Fitdy mengungkapkan curahan hatinya (curhat) kerinduan untuk bisa segera bertemu keluarga di tengah kesibukannya memerangi penyebaran covid-19. 

Dengan latar belakang militer yang dimilikinya, beberapa tahun terakhir, ia sudah pernah merasakan tugas-tugas yang cukup berat. Namun tugas-tugas itu berbeda dengan tugasnya di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dalam penanganan corona saat ini.

Wisma Atlet yang dulu digunakan sebagai tempat penginapan atlet Asian Games 2018 resmi dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19 sejak Senin (23/3) lalu.

“Saya pribadi sebagai orang militer kurang lebih 10 tahun ini sudah pernah penugasan atau kegiatan tugas yang cukup berat, namun pada saat ini saya dalam figur sebagai militer dan figur sebagai perawat tergabung dalam satgas covid-19 mendapatkan tugas sangat berat sebenarnya,” kata Fitdy, Minggu (26/4)

Rindu bersenda gurau dan berkumpul dengan keluarga adalah hal yang dirasakannya. Dengan resiko tugas yang dijalani, interaksi secara langsung dengan keluarga adalah hal yang harus dibatasi.

“Sehingga pada benak kami tenaga medis yang sampai saat ini tidak pulang ketemu keluarga, mau tidak mau kami harus lakukan tugas dengan baik,” ujar Fitdy.

Tak bisa bertemu secara langsung dengan keluarga, ia memanfaatkan handphone untuk sekadar berkomunikasi dengan keluarga. Disela-sela tugas, video call hingga berkirim foto dengan keluarga menjadi obat untuk mengatasi rasa rindunya.

“Sangat terbantu dengan media komunikasi, sehingga disela jadwal shift atau jaga, kami memanfaatkan waktu untuk komunikasi dengan keluarga,” ucap dia.

Laman: 1 2

You might also like
close