Hari Raya Idul Adha di Masa Pandemi Covid – 19, Waspada Potensi Kerumunan Saat Pembagian Daging Kurban

2.021

Widanna.Co – Perayaan Idul Adha pada tahun ini akan berlangsung berbeda dari sebelumnya. Masyarakat akan melaksanakan salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini lantaran masih tingginya ancaman virus corona covid-19 di Indonesia.

Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menuturkan, masyarakat kini tinggal mengikuti prokol kesehatan yang telah diterapkan pemerintah terkait perayaan Idul Adha ini. Namun begitu, dirinya menyanksikan masyarakat dapat memenuhi imbauan tersebut.

“Kalau pemerintah sudah mengizinkan dengan protokol tertentu tinggal diikuti protokolnya. Tapi apakah mungkin protokol dilakukan. Kenapa tidak dilakukan di tempat pemotongan hewan saja. Di DKI, ditempat pemotongan hewan karena itu lebih aman lebih rendah resikonya. Walaupun ada protokol ternyata tidak sepenuhnya diikuti oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia khawatir, kerumunan yang terjadi saat momen tersebut bisa membuat kurva kasus corona covid-19 meningkat. Kendati belum sampai pada tahap pembentukan kluster baru.

“Bukan memunculkan kluster baru. Tapi peningkatan resiko penularan akan bisa saja terjadi. Kita mendorong supaya jangan terlalu tinggi. Ini kegiatan ibadah semacam ini jangan sampai merugikan kita. Itu yang seharusnya didorong karena dalam kegiatan semacam ini banyak sekali kemungkinan-kemungkinan,” ujar dia.

Pandu mengungkapkan momen Idul Adha terutama saat prosesi kurban — dari penyembelihan hingga pembagian daging — tak menjamin tidak adanya kerumunan di sana. Kondisi inilah yang berpotensi akan membuat penularan covid-19, terlebih kesadaran masyarakat masih rendah dalam menerapkan protokol kesehatan tersebut.

“Iya. Kalau kegiatan begitu biasanya ada kerumunan. Kegiatan agama seperti ini biasa lebih syahdu kalau mereka berkerumun. Itu yang sulit dipatuhi oleh masyarakat kalau dalam suasana seperti itu. (Ditambah) Hanya sebagian kecil yang mengikuti protokol kesehatan itu,” ujar dia.

Karena itu, agar kerumunan dapat terhindar, Ia mengungkapkan panitia dapat mensiasatinya dengan sejumlah langkah. Yaitu memberikan daging kurban dengan sistem kupon yang diberi jeda waktu, agar penumpukan massa tidak terjadi.

“Pembagian jangan rebutan, jangan ada antrian. Sebaiknya hewan kurban pembagiannya dikirim ke rumah yang memang berhak. Jangan sampai ada antrenan,” kata dia.

Laman: 1 2 3

You might also like
close