Kenapa Anies Nomor 1 di Survei Penanganan Corona? Ini Analisis Median

34

Berdasarkan survei persepsi publik dengan responden 800 orang, Gubernur Jakarta Anies Baswedan dinilai sebagai kepala daerah nomor satu dalam hal ketepatan menangani wabah virus Corona. Kepala daerah lain, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, misalnya, berada di urutan ke-5. Median menguraikan analisisnya.

“Publik memang mempersepsi Anies Baswedan sementara ini sebagai yang paling kuat karena publik melihat Anies Baswedan yang paling cepat tanggap dan pertama kali berinisiatif mengambil langkah PSBB,” kata Direktur Median, Rico Marbun, saat dimintai penjelasan oleh detikcom, Minggu (26/4/2020).

Kenapa Anies mengungguli kepala daerah-kepala daerah lain sedangkan kepala daerah lain juga sama-sama menangani masalah yang sama di daerah masing-masing?

“Kita perlu ingat bahwa data ini adalah data persepsi atas kinerja. Jadi, faktor kinerja tidak berdiri sendiri. Ada juga faktor ekspansi informasi atas kinerja,” kata Rico.

PSBB atau pembatasan sosial berskala besar dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Jakarta mulai memberlakukan PSBB sejak 10 April 2020. Adapun kepala daerah yang lain, Gubernur Papua Lukas Enembe, misalnya, juga menerapkan pembatasan namun bukan PSBB, melainkan bernama ‘Pembatasan Sosial yang Diperluas’ sejak 26 Maret 2020.

Informasi mengenai yang dilakukan Anies jauh lebih banyak ketimbang informasi mengenai yang dilakukan kepala daerah lain. Informasi itu tersedia di media massa maupun media sosial. Dengan demikian, kinerja seorang kepala daerah tidak menjadi faktor tunggal dalam ranking survei ini.

“Distribusi info kerja Anies yang massif melalui media massa dan media sosial, ini yang menurut saya memberi faktor kontribusi yang sangat besar, dan lebih besar ketimbang kepala daerah lain seperti Risma atau Ganjar Pranowo,” kata Rico.

Metode survei nasional yang dilakukan Median adalah penelitian dengan melibatkan 20.658 nomor telepon responden yang dipilih secara acak dari survei Median sebelumnya pada September 2018-Februari 2020. Survei ini kemudian mengambil sampel 800 nomor telepon responden dari total 20.658 nomor telepon responden. Pengambilan data berlangsung dari 6 hingga 13 April 2020.

Margin of error dalam penelitian tersebut juga disebutkan dalam angka kurang-lebih 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Laman: 1 2

You might also like
close