Sumbar Lanjutkan PSBB sampai 29 Mei, Boleh Gelar Salat Jumat

95

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan 19 kabupaten/kota di dalamnya sepakat memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei. Keputusan itu untuk mengantisipasi peningkatan jumlah orang masuk dan keluar Sumbar pada masa Lebaran.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi bersama kepala daerah terhadap penerapan PSBB Sumbar yang telah berjalan dua pekan.

“PSBB Sumbar diperpanjang mulai 6 Mei hingga 29 Mei 2020 sesuai dengan tanggap darurat bencana pusat. PSBB ini diperpanjang dengan mempertegas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 dan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020,” ujar Irwan di Padang, Selasa (5/5).

Pada PSBB tahap kedua ini, kata Irwan, pemerintah kabupaten dan kota dibolehkan membuat kebijakan sesuai dengan kebijakan tiap daerah untuk membolehkan salat Jumat sesuai dengan maklumat dan pedoman Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar. Mengenai teknis pelaksanaannya, ia berharap pemerintah kabupaten dan kota berkoordinasi dengan MUI di daerah masing-masing.

“Kearifan lokal tersebut dapat diberikan dengan memperhatikan wilayah, kawasan, nagari, RT/RW, atau kompleks yang sudah dipastikan negatif berdasarkan hasil tes PCR Covid-19. Untuk dinyatakan negatif itu harus ada pernyataan resmi dari kami,” kata Irwan.

“Beribadah di masjid hanya diperbolehkan untuk salat Jumat dengan mengacu kepada maklumat MUI Sumbar. Saya berharap bupati dan wali kota berkoordinasi dengan MUI kabupaten dan kota untuk pelaksanaan salat Jumat dengan pertimbangan kearifan lokal dan tetap mengikuti prosedur tetap Covid-19,” tuturnya.

Hingga kini terdapat lima daerah di Sumbar yang nol kasus Covid-19, yakni Solok Selatan, Limapuluh Kota, Sijunjung, Kota Solok, dan Sawahlunto.

Sementara itu, di daerah yang berstatus zona merah maupun daerah yang memiliki kasus positif Covid-19, Irwan meminta pemerintah daerah bertindak tegas melarang kendaraan luar masuk ke Sumbar, kecuali kendaraan yang membawa bahan pokok dan alat kesehatan. Larangan tersebut berhubungan dengan banyak kasus positif Covid-19 di Sumbar yang berasal dari luar provinsi.

Ia mengatakan bahwa awalnya ada 40 orang yang positif masuk dari daerah pandemi Covid-19, lalu menulari orang lain. Kini di Sumbar sudah 221 kasus positif.

Laman: 1 2

You might also like
close